22 Juli 2009

Seperti Pelangi

Jika saatnya kehidupan indah harus pergi berlalu, hanya janji dan kenangan yang tersisa di dalam hati. Kita harus bisa merelakan kepergian kehidupan indah itu, meskipun itu semua sangat menyedihkan. Rela dan ikhlas. Sebab, pasti suatu saat nanti kehidupan indah itu terulang kembali. Itulah yang dinamakan kehidupan. Kehidupan seperti pelangi. Pelangi yang suatu saat muncul dan lenyap tiba-tiba, tetapi suatu saat lagi menjelma kembali. Lenyap lagi dan muncul kembali. Begitu seterusnya. Yakinlah. Keyakinan dalam diri harus tetap ada, karena itu sangat penting.

Ditulis oleh: Dewi Suryaningsih

Merintihnya Bumi

Detik rintik sekuntum awan
Menggoda detak-detik jantung bumi
Sedang cahaya rembulan merintih-rintih
Tidak tahan menatap serpih-serpih hati
Yang sedang merana
Melihat ulah jiwa-jiwa penghuni penjara
Yang tak kenal lelah membuat onar dan luka
Rembulan pun berduka
Matahari pun berduka
Bumi pun menangis darah

Karya: Johan Sulistiyo S.

Terbang

Kulihat getaran rasa menggema
Kudengar pula menggoyang
Sanubari terisikan irama senja
Persamaan hati menggersang

Ingin kuubah senja
Seperti menemukan sebutir mutiara
Manfaat cinta sumber bahagia
Meniriskan maras di jiwa

Jangan sia-siakan waktu
Seperti menerbangkan kertas ke angkasa
Serta dosa menjelma
Semua ini kusampaikan untukmu

Karya: Alfa Sanah

Penantian

Kucari sosokmu
Di lembar-lembar mimpiku
Kulukis wajahmu
Di pena rinduku yang baru
Ingin segera kuakhiri
Penantian ini
Karena penantian
Harus dibalut dengan kesabaran
Penantian adalah mimpiku
Mimpi yang tak akan hilang
Kumenantimu
Dalam bunga tidurku

Karya: Dewi Cahyati