Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

09 April 2010

Harapan Anak Untuk Neg'ri

Kumelayang di kepekatan yang bergejolak
Tiada lentera yang menyelimuti kepekatan
Bagaikan suasana hati yang tak terduga

Aku tak mengerti apa yang terjadi
Kegelapan menyelubungi lereng sanubarinya
Apakah kehidupan ini seperti kabut tak berjiwa
yang terjadi di neg'ri Pusakaku ini

Sejenak kuterdiam dan termenung
Kujumpai setitik nyawa di balik kepekatan kabut
Yang mencari akan majikannya
Di setiap helaian butiran tasbih

Aku kagum pada kabut pekat
Walaupun dirinya terselubungi kegelapan
Tapi masih ada setitik lentera yang memapah kehidupannya
Di setiap helaian langkah gumpalan kabut

Karya Bekti Suratmanto
Kelas : VIII B

Bulan

Bersinar terang
Menembus kegelapan malam
Jadi satelit bumi
Setia menemani
Bagai puspa penerang kegelapan
Tanpanya kehidupan penuh kesuraman
Tak ada suram baginya
Bentuknya setiap saat berubah
Bintang karib
Mentari pengganti di kala siang
Jika berdusta
Bumi pun menangis tersedu

Karya Ganis Choi Runisa
Kelas :VIII B

31 Juli 2009

Ilmu

Dicari banyak orang
Muda, tua semua mencarinya
Bagaikan sang
Bulan purnama

Siang sampai sore hari
Dirumah atau di sekolah
Senin hingga sabtu bersekolah
kaya ataupun miskin mencari

Dari bersekolah
Dan menuntut ilmulah
Semua manusia
Dapat menggapai cita-cita

Karya: Fatimatul .R.

Masa Depan

Ku belajar menuntut ilmu
Demi masa depan
Ku patuh kepada guru
Untuk melangkah ke depan

Oh...... guruku bimbinglah aku
Agar menjadi anak yang pandai
Pandai meraih prestasi
Pandai menuntut ilmu

Masa depan adalah.......
Masa yang indah
Demimu aku belajar
Untuk menjadi terpelajar

Karya :Vita Rustanti

22 Juli 2009

Merintihnya Bumi

Detik rintik sekuntum awan
Menggoda detak-detik jantung bumi
Sedang cahaya rembulan merintih-rintih
Tidak tahan menatap serpih-serpih hati
Yang sedang merana
Melihat ulah jiwa-jiwa penghuni penjara
Yang tak kenal lelah membuat onar dan luka
Rembulan pun berduka
Matahari pun berduka
Bumi pun menangis darah

Karya: Johan Sulistiyo S.

Terbang

Kulihat getaran rasa menggema
Kudengar pula menggoyang
Sanubari terisikan irama senja
Persamaan hati menggersang

Ingin kuubah senja
Seperti menemukan sebutir mutiara
Manfaat cinta sumber bahagia
Meniriskan maras di jiwa

Jangan sia-siakan waktu
Seperti menerbangkan kertas ke angkasa
Serta dosa menjelma
Semua ini kusampaikan untukmu

Karya: Alfa Sanah

Penantian

Kucari sosokmu
Di lembar-lembar mimpiku
Kulukis wajahmu
Di pena rinduku yang baru
Ingin segera kuakhiri
Penantian ini
Karena penantian
Harus dibalut dengan kesabaran
Penantian adalah mimpiku
Mimpi yang tak akan hilang
Kumenantimu
Dalam bunga tidurku

Karya: Dewi Cahyati

Pelangi Cinta

Suaramu kudengar beraturan
Kupandang kau bersamaan
Rinduku mengalir
Hasrat terbawa angin semilir

Jika kau datang
Kusambut dengan segala kenangan
Kau bisa, aku pun bisa
Bagaimana angin akan mengalir
Ke manakah perasaan ini berembus
Kuingin kelak nanti
Ketika bulan terbit
Kepadamulah jiwaku merenung

karya: M. Nur Amidhan

08 Mei 2009

Katakanlah Padaku

Katakanlah padaku.....
Seperti air yang mengalir dihatiku
Kau berikan ku keindahan
Bolehkah aku merasakannya

Wahai dirimu.....
Akan ku ingat kau selalu
Ku ingin kau tetap disisiku
Kau adalah harapanku
Jangan hilangkan kepercayaanku

Karya: Nila Fitriana

Sahabat

Detik-detik terus berjalan
Menitpun ikut berjalan
Hari demi hari berganti
Kitapun tak pernah berjumpa

Jalan hidup ini
memang sulit
Penuh dengan teka-teki
Aku ingin berjumpa lagi

Tahun ke tahun
Kita terpisah
Bagaikan pungguk
merindukan rembulan

Sahabat.....
Kenapa kau begini
Tiada angin tiada hujan
Kau memutuskan persahabatan kita

Karya : Bekti Suratmanto

I Love You Mama

Inikah takdir hidupku

Lembar-lembar kesedihan
Orang-orang beramai-ramai
Variasi kebanggaan bunda
Evaluasi mama tercinta

Untukmu mama.....
kasih sayangmu bagaikan bunga mekar

Mama... ku kan s'lalu menyayangimu
Aku tak ingin terpisah dengan rembulan
Malangnya nasib bagaikan kepompong
Aku sayang mama... Terima kasih mama

Karya Bekti Suratmanto

02 Mei 2009

Bencana di Tanah Pertiwi

Hancurkan Tanah Pertiwi yang indah
Terbangkan Semua kesenangan yang indah
Bangunkan derita pada semua
Perkenalkan semua kesedihan pada ku
Jangan kau Teruskan semua ini

Tangis terdengar dimana-mana
Reruntuhan berjatuhan
Indah dunia kau terbangkan
Oh Tuhan ...........
jauhkan semua ini dariku

( TRI TANIARTI N.M.)

Awan

Kutatap segenap pena hidup ku
Dari sudut -sudut hariku
Tapi tak terlihat dekat waktuku
Berjalan dengan langkah kecilku
Yang tak pernah ter tuju

Ketika ku berhenti
Kupandangi kehidupan ini
Tak satupun ku bersandar
Sampai aku pun tak sadar

Hidup bagaikan pertunjukan wayang
Yang berisikan kebohongan
Andai ku seperti awan
Hingga begitu bebas terbang melayang
(ALFA SANAH)